0 PUT YOUR THOUGHT HERE
Siapa yang kejam, lelaki atau perempuan?
Sunday, October 15, 2017 @ Sunday, October 15, 2017


Dua-duanya kejam sebenarnya. Lelaki perempuan itu kedua-duanya kejam.
Yang mengatakan perempuan itu kejam kerana mempermain-mainkan hati lelaki, sedang selain kes itu berlangsung ada laki-laki yang mempermainkan wanita. Jadi siapa yang kejam sebenarnya?

Ingatkah lagi bait skrip cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Siapa yang kejam sebenarnya?, jahatkah Hayati, Perempuan yang hidup dikala dunia tempatannya, netizennya hanya memandang atau meninggikan budaya adat resam perempuan yang hidup dimana tingginya perjuangan sesebuah kaum itu. Hayati yang tersepit dengan desakan keluarganya dan tututan adatnya yang mengatakan tidak layak engkau bersama dengan laki-laki itu tidak pasti keturunannya. Sedang kau punya wajah untuk dapatkan laki-laki yang kaya raya, berkedudukan serta jelas akar umbinya. Atau jahatkah Saifuddin yang tidak ingin menerima Hayati semula setelah perempuan itu kehilangan semuanya. Apa tidak difikirnya kesengsaraan Hayati menjadi seorang gadis pada zaman itu. Zaman dimana laki-laki itu lah yang berkuasa, laki-laki itulah yang perlu diutamakan, sedang perempuan hanya sebagai pelampias nafsu semata-mata?

Kedua-duanya sama. Sama kejam. Dua-dua hanya suka bahagia manis pada awal cerita sahaja. Pertengahan cerita sangat jarang bertemu laki-laki mahu perempuan yang masih lagi merasa manisnya hubungan yang mereka lakukan. Malang bagi perempuan kerana mudahnya keperawanannya yang hilang dikesan. Ia memang mahkota seorang perempuan mahkota yang diidamkan oleh sang laki-laki yang ingin merubah jawatannya daripada teman kepada suami. Berusaha dia mengambil hati si jelitawan, hanya untuk mendengar si jelitawan sudi mempersuamikan dia. Tapi demi saja mengetahui yang c jelitawan itu bukan lagi perawan, lantas yang wanita itu dilayan seperti sundal. Tidak dia tahu yang menjadikan wanita itu bukan perawan adalah batang penis laki-laki yang durjana. Tidak dia tahu yang perempuan itu ditinggalkan setelah laki-laki sebelum dia puas menikmati manis bahagianya si jelita tadi. Tidak dia tahu yang perempuan itu suda meratapi nasibnya bertahun-tahun lamanya. Dan baru saja dapat memulihkan semangatnya dan baru sahaja mampu menerima kehadiran sang laki-laki dalam hidup. Belum lama dia sudah dijelekkan, dibuang dan dihina. Begitu demikian laki-laki. Egonya tinggi.

Perempuan? Ya perempuan juga kejam. Kenapa? Perempuan itu diciptakan untuk menjadi cantik, untuk suka sama semua yang cantik, untuk menghargai semua yang indah dan untuk mencemburui semua yang digelar jelitawan. Cantik dimata wanita itu berlainan dengan cantik dimata laki-laki. Kadang yang laki-laki cakap cantik itu hanya biasa-biasa dimata perempuan, dan kadang yang cantik di mata perempuan biasa-biasa dimata laki-laki. Tapi sedarilah yang perempuan cakap cantik adalah sejujur-jujurnya cantik. Kerana yang bernama perempuan itu suda sebati dengan perkara-perkara cantik, dan memang perempuan itu pintar menilai cantik. Kerana cantik dimata perempuan itu bukan didokong oleh nafsu yang satu sepertimana laki-laki. Ya perempuan itu 9 daripadanya nafsu dan 1 darinya adalah akal. Logiknya disini yang 9 nafsu itulah yang mengajar perempuan untuk menilai cantik atau buruk. Yang satu akal itulah perempuan gunakan untuk mendepankan ideanya, menyusun ayat mengatakan, membezakan mana cantik mana buruk. Apa pula kaitannya kecantikan dengan kejamnya seorang perempuan? Ya saya akan bagitahu. Perempuan menggunakan kecantikannya untuk memerangkap laki-laki yang nafsunya cuma satu akalnya pula sembilan. Perempuan tahu, kenyitan matannya sambil menggigit bibir bawanya merupakan simbol yang mampu menarik homo sapien lawan seks. Ya perempuan mampu. Dia mampu memegang lebih dari satu jantan dalam satu-satu masa. Perempuan jahat. Dia gunakan kecantikannya untuk menawan kaum adam kemudian sesudah dia mengaut segala keuntungan yang kaum adam mampu berikan. Dia pun berlalu begitu sahaja. Perempuan seperti ini mengaut keuntungan untuk apa? Untuk kecantikan semestinya. Segala yang dikaut akan dilaburkan di jalan kecantikan. Benar. Ini benar berlaku.. dan yang laki-laki setelah diperlakukan sedemikan akan wujud perasan bencikan wanita. Dan perasaan ini sebenarnya yang mendorong mereka untuk mula mempermainkan hati perempuan-perempuan yang naif. Ini juga benar terjadi.

Lihat sekelilingmu kerapkan bertanya, kerapkan bersosial, dan kerapkan mendengar. Pasti ada cerita seperti ini. Saat seseorang bercerita jangan tutup telinga kamu, jangan tutup mata kamu jangan tutup akal kamu, jangan tutup jiwa kamu. Tutup cuma satu!! mulut kamu. Tutup dia sementara mendengar. Banyak yang akan diperoleh hanya dengan diam.

Tapi bukan semuanya begitu. Ada sahaja laki-laki baik yang ikhlas sayangkan seorang bernama perempuan tetapi sudah memang bukan jodoh. Ada juga perempuan yang benar-benar agungkan seorang laki-laki tapi dikhianati. Memang bukan jodohnya. Jadi soalannya siapa yang jahat?

Tidak ada jantina yang jahat. Yang jahat itu bukan sebab dia laki-laki atau perempuan. Tapi sebab sifatnya sendiri. (nami)

                                                                             -Adilah Lee-